Disutradarai oleh Fede Álvarez, *Alien: Romulus* (2024) adalah film horor fiksi ilmiah yang menegangkan dan menghadirkan suasana klaustrofobik, dengan latar waktu di antara peristiwa *Alien* (1979) dan *Aliens* (1986). Film ini mengisahkan sekelompok kolonis luar angkasa muda yang sedang menjarah stasiun penelitian terbengkalai dan harus berjuang keras demi kelangsungan hidup mereka. Dengan perolehan nilai persetujuan kritikus sebesar 80% di Rotten Tomatoes, film ini banyak dipuji karena efek praktis, desain suara yang membangun atmosfer, serta penampilan memukau dari Cailee Spaeny dan David Jonsson, meskipun para kritikus memiliki pandangan beragam terkait ketergantungan film ini pada nostalgia dan elemen *fan service*. Plot dan Latar: Garis Waktu: Berlatar secara kronologis di antara dua film utama pertama dalam waralaba ini. Premis: Sekelompok penambang muda yang terjebak dalam ikatan kerja paksa perusahaan berencana menyusup ke stasiun orbit yang ditinggalkan untuk mencuri pasokan *cryo* dan melarikan diri. Ancaman: Mereka secara tidak sengaja melepaskan *facehugger* dan Xenomorph, mengubah kapal terbengkalai tersebut menjadi labirin horor yang mematikan. Keunggulan: Atmosfer dan Visual: Álvarez mengembalikan seri ini ke akar horornya yang murni, kelam, dan menakutkan. Efek praktis dan desain set sangat mencerminkan estetika retro-futuristik dari film orisinal tahun 1979. Penampilan Memukau: Cailee Spaeny menjadi tumpuan film ini lewat perannya sebagai Rain, sementara David Jonsson memberikan penampilan luar biasa sebagai Andy, sesosok android (*synthetic*) yang pemrogramannya berkembang ke arah yang kompleks dan berbahaya. Adegan Aksi yang Kreatif: Urutan adegan berintensitas tinggi—termasuk adegan cerdas yang melibatkan tetesan asam dalam kondisi tanpa gravitasi serta pertemuan menegangkan dengan *facehugger*—terus membuat penonton tegang. Kritik dan Kekurangan: Nostalgia Berlebihan: Pendapat di forum Reddit r/movies beragam; sebagian orang merasa film ini terlalu banyak mengandalkan pengulangan dialog ikonik dan referensi visual lama alih-alih menciptakan narasi yang benar-benar segar. Pilihan CGI: Adegan *cameo* atau "kebangkitan digital" yang kontroversial di bagian akhir film menuai kritik karena terlihat tidak meyakinkan dan merusak imersi penonton. Jika Anda berencana menontonnya atau ingin mendiskusikannya lebih lanjut, beri tahu saya: Apakah Anda sudah menonton film-film orisinalnya (*Alien* dan *Aliens*)? Apakah Anda ingin rekomendasi tempat untuk menontonnya secara *streaming*?
.png)
Komentar
Posting Komentar